TEMANGGUNG - Sebuah insiden kebakaran yang cukup mengkhawatirkan terjadi di Dusun Klowok Lor, Desa Kemloko, Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung, pada Kamis (17/9/2026) siang. Lahan kebun bambu seluas kurang lebih 700 meter persegi dilalap si jago merah, memicu respons cepat dari aparat kewilayahan dan masyarakat setempat.
Api mulai berkobar sekitar pukul 14.35 WIB. Saksi mata pertama, Marwoto (65) dari Dusun Gendungan, tak tinggal diam. Ia segera melaporkan temuan tersebut kepada Kepala Dusun Klowok Lor, yang kemudian menjadi pemicu pergerakan tim penanganan.
Mendengar kabar darurat ini, Babinsa Koramil Kranggan, Serka Sukoco, langsung bergegas menuju lokasi. Setibanya di sana, ia segera mengorganisir warga dan berkoordinasi erat dengan Polsek Kranggan, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Temanggung, serta perangkat desa. Semangat gotong royong terlihat jelas saat warga bahu-membahu melakukan pemadaman awal, berusaha keras mencegah api menjalar lebih luas.
Kedatangan dua unit mobil pemadam dari Damkar menjadi momen krusial. Petugas dengan sigap mengerahkan seluruh kekuatan untuk menjinakkan kobaran api yang semakin membesar. Serka Sukoco tak hentinya memberikan dukungan, berada di garis terdepan bersama tim gabungan untuk memastikan keamanan dan kelancaran proses pemadaman.
“Begitu menerima informasi, kami langsung menuju lokasi dan berkoordinasi dengan warga serta unsur terkait. Penanganan dilakukan bersama agar api tidak meluas ke lahan di sekitarnya, ” kata Serka Sukoco.
Upaya keras ini membuahkan hasil. Sekitar pukul 15.45 WIB, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya. Tim gabungan kemudian melakukan pengecekan menyeluruh di area sekitar untuk memastikan tidak ada titik api susulan yang berpotensi muncul kembali.
Kebun bambu yang menjadi korban kebakaran ini diketahui milik Budiyono (51), warga Dusun Gendungan, Desa Kemloko. Syukurlah, hingga seluruh proses penanganan selesai, tidak dilaporkan adanya korban jiwa maupun kerugian material yang signifikan.
Meskipun penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan, Serka Sukoco tak lupa mengingatkan warga akan pentingnya meningkatkan kewaspadaan. Terlebih lagi di musim kemarau atau saat kondisi lahan kering, potensi kebakaran bisa meningkat drastis.
Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat seperti ini menunjukkan komitmen TNI dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah, sekaligus mempererat tali silaturahmi serta sinergi antara warga, pemerintah desa, TNI, Polri, dan petugas pemadam kebakaran dalam menghadapi segala bentuk keadaan darurat.

Sofyan